Seni Kerajinan Aluminium Ikon Kebanggan Desa Menyali

0
16

Seni kerajinan aluminium di Desa Menyali sudah ada sejak tahun 1990-an. Namun, usaha kerajinan seni tersebut baru berkembang di tahun 2004.

Penulis: Luhde Widya Karuni, Universitas Pendidikan Ganesha, Jurusan Manajemen.

Desa Menyali merupakan salah satu desa yang berada di Kecamatan Sawan, Buleleng, yang berjarak kurang lebih 14 di km timur laut dari kota Singaraja. Desa Menyali memiliki berbagai kekayaan alam, salah satunya yaitu air terjun bertingkat tiga yang berada di Banjar Campurasa. Selain terkenal dengan keindahan air terjunnya, desa yang memiliki jumlah penduduk sekitar 5.344 jiwa tersebut juga terkenal dengan seni kerajinan aluminiumnya.

Seni kerajinan aluminium di Desa Menyali sudah ada sejak tahun 1990-an. Namun, usaha kerajinan seni tersebut baru berkembang di tahun 2004. Awalnya, usaha seni kerajinan aluminium tersebut hanya berupa kerajinan bokor (wadah sesajen, red) dan alat upacara saja. Tetapi, di tahun 2004 karena banyaknya berbagai permintaan, maka para penggrajin mulai menginovasikan produknya menjadi beberapa bentuk kerajinan, seperti: bingkai kaca, bingkai foto, kotak tempat tisu, kap lampu, dan pernak-pernik souvenir perkawinan.

Sementara, Gede Ardana (47), salah satu pengrajin seni aluminium mengatakan, seni kerajinan aluminium ini sudah ada sejak dirinya masih kecil.

“Untuk kerajinan seni aluminium ini, khususnya bokor, sudah ada sejak saya masih kecil. Dulu, saya bekerja dengan orang lain dengan istilah megajih (digaji, red), dan di tahun 2004 mulai ada pengembangan bentuk dan fungsi dari kerajinan seni aluminium ini,” kata Gede.

Gede Ardana mulai membuka usaha seni kerajinan aluminium ini di tahun 1992. Mulai dari membuka usaha bokor, hingga di tahun 2004 mulai mengembangkan usahanya menginovasikan berbagai produk selain bokor.

Baca Juga :  Sejauh Mana Perusahaan Kita Siap Bersaing

Tahun 2008 hingga 2015 merupakan tahun yang rami akan pemesanan produk. Dengan harga yang dimulai dari ribuan rupiah hingga jutaan rupiah, pemesanan kerajinan seni aluminium ini tidak hanya dari masyarakat lokal saja tetapi berhasil menarik minat masyarakat luar negeri, salah satunya adalah negara Jepang.

Tidak hanya itu saja, banyak wisata asing berkunjung ke tempat-tempat pembuatan kerajinan aluminium karena ketertarikan akan keunikan seni kerajinan aluminium. Sejak saat itulah, seni kerajinan aluminium dikenal di berbagai kalangan masyatakat dan menjadi ikon kebanggaan Desa Menyali.

Namun, tiga tahun belakangan ini pemesanan mulai sepi karena adanya beberapa kendala, salah satunya yaitu modal. Dengan keuntungan yang tidak menentu, para pengrajin harus mampu mengelola keuanggannya dengan baik agar pembelian bahan baku tetap bisa dilakukan. Pengrajin seni kerajinan aluminium mengaharapkan adanya perhatian dari pemerintah Buleleng dalam pengembangan seni kerajinan ini, salah satunya melalui pameran-pameran yang melibatkan UMKM, yang mana akan dapat mendatangkan calon-calon pembeli dari dalam maupun luar negeri dan mendenyutkan kembali nadi kerajinan ini. *

*. Tulisan dalam kategori OPINI adalah tulisan warga Net. Semua karya tulis yang dibuat adalah sepenuhnya tanggung jawab dari penulis.

Sumber dari : www.nusabali.com